Kali ini Blog Atur Pola Makan mu akan membahas mengenai apa yang terjadi pada tubuh kita dalam 72 jam pertama jika anda saat melaksanakan Sistem Intermittent Fasting .
APA YANG TERJADI SAAT SISTEM INTERMITTENT FASTING BEKERJA

Berdasarkan sejumlah penelitian ilmiah, puasa bisa memberikan Efek dan manfaat yang berlimpah, seperti meminimalisir stres, mencegah resiko kanker, penyakit jantung, menjaga atau menurunkan berat badan, hingga menanggulangi autoimun dan penyakit saraf lainnya.
PUASA berselang atau intermittent fasting, saat ini menjadi salah satu trend kesehatan dan kebugaran yang populer di dunia, khususnya bagi Anda yang ingin "menurunkan berat badan".
Dibandingkan dengan istilah DIET, yang biasanya merujuk pada pengurangan atau pembatasan makanan, metode intermittent fasting cenderung lebih mengatur kebiasaan makan atau mengatur waktu anda untuk makan.
Misalnya, metode intermittent fasting 16/8 Yakni dengan membagi 16 jam untuk puasa dan 8 jam untuk makan, waktu makan bisa dijadwalkan saat sarapan, makan siang, dan makan malam.
Selain waktu makan, kita hanya boleh mengkonsumsi air putih, atau minuman tanpa rasa.
Anda juga bisa minum vitamin, asalkan jangan sekalipun mengkonsumsi makanan berat maupun ringan, di sela-sela waktu puasa ya.
Atau metode Lain 20/4 yakni 20 jam berpuasa dan 4 jam waktu untuk makan.
Ada juga alternatif lain yaitu metode one-meal-a-day atau (biasa) disebut OMAD.
Dalam metode ini kita hanya diperbolehkan makan 1 kali sehari, dan berpuasa sampai waktu makan Di keesokan harinya.
Kali ini Blog ATUR POLA MAKAN MU akan membahas seputar "Apa yang akan terjadi dalam tubuhmu, saat melakukan puasa berselang atau intermittent fasting"
Ada banyak hal, yang terjadi saat tubuh kita berpuasa, sebelum menjelaskan apa yang terjadi pada tubuh kita saat berpuasa, saya akan membagi periode waktu, 24 jam pertama saat berpuasa, 48 jam dan 72 jam kemudian.
Dengan berpuasa tubuh kita otomatis mendapatkan hormon dan protein yang sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya hormon pertumbuhan.
Hormon ini akan meningkat saat 12 jam pertama kita berpuasa.
Dalam waktu 18 jam berpuasa, tubuh kita akan mulai memproses sesuatu yang disebut AUTOPHAGY.
AUTOPHAGY adalah proses ketika sel-sel pada tubuh kita mengeluarkan racun dan menggantikan racun-racun dengan memperbaiki diri sendiri.
Melalui AUTOPHAGY, sel mengalami peningkatan untuk beradaptasi melawan racun dan pemicu kerusakan lainnya yang menumpuk di dalam tubuh.
Semua jenis protein yang tidak bekerja lagi di tubuh kita akan dibersihkan dan berganti dengan jaringan sel yang baru dan akan lebih baik lagi saat kita 24 jam Setelah berpuasa.
Glukosa umumnya menjadi sumber energi Utama dalam tubuh, namun pada saat berpuasa, cadangan glukosa dalam hati akan berkurang dan sel lemak lah yang dijadikan sumber energi cadangan.
Hal ini disebut sebagai proses GLUKONEOGENESIS, dimana salah satunya mengubah cadangan energi dari glukosa menjadi pemecahan asam lemak bebas menjadi keton dan sumber energi tubuh.
KETON akan menghilangkan rasa lapar mu.
Hal ini juga akan membantu membangun cadangan antioksidan dan menyediakan lebih banyak oksigen, KETON pun merupakan sumber energi yang lebih efisien daripada glukosa, sehingga TIROID tidak harus bekerja keras.
Beberapa hal keren lainnya yang terjadi sekitar 24 jam adalah peradangan akan menurun secara signifikan.
Sehingga jika anda mengalami kondisi peradangan seperti artritis bursitis atau kondisi autoimun, hal ini akan sedikit lebih membaik.
Intermittent fasting juga akan memperbaiki fungsi otak, dalam 24 jam Brain derived neurotrophic Factor atau sistem yang bekerja dalam pemeliharaan pembelajaran memori dan kesehatan mental akan muncul dan membantu memperbaiki kondisi sel otak manusia.
Hal lain yang terjadi saat tubuh AUTOPHAGY adalah tubuh kita akan mendapatkan keseimbangan antioksidan yang lebih baik.
Saat tubuh kita mendapatkan antioksidan yang baik, tubuh kita akan membersihkan diri dari bakteri maupun mikroba.
Pada 48 jam melaksanakan intermittent fasting tubuh kita akan mulai merangsang sel stem.
Cell ini tidak berdiferensiasi, sel ini tidak memiliki tujuan artinya sel tersebut bisa berubah menjadi jaringan tergantung dengan apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita.
STEM CELL bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit dan anti penuaan.
STEM CELL juga menurunkan risiko jenis kanker tertentu dan menghilangkan tumor.
Dan ketika intermittent fasting sudah mencapai 72 jam.
STEM CELL akan memiliki fungsi kekebalan yang jauh lebih baik.
Hal itulah yang terjadi saat tubuh kita melaksanakan puasa berkala atau intermittent fasting.
Namun yang perlu diingat, intermittent fasting tidak bisa sembarangan dilakukan, harus dilakukan secara berkala, karena akan ada efek samping yang terjadi seperti tubuh akan sedikit pusing, puasa berkala yang sebaiknya dilakukan adalah menerapkan pola puasa 18 jam dengan jeda waktu makan 6 jam.
Jadi kita bisa makan dan menunggu waktu makan 6 jam kemudian lalu berpuasa selama 18 jam.
Kemudian yang bisa dilakukan adalah memperpanjang waktu intermittent fasting secara berkala, tentunya Jika kamu ingin terlihat muda atau memperbaiki sistem imun atau bisa juga memperbaiki fungsi otak dan jantung.
Dan untuk mendapatkan kondisi tubuh yang jauh lebih sehat daripada sebelumnya.
Selamat mencoba.
SHARE pengalaman anda di kolom komentar Ya saat menjalani puasa berkala atau intermittent fasting.
Kalau suka artikel ini, jangan lupa di-share supaya teman-teman, keluarga, dan pasangan kamu enggak Ketinggalan informasi penting dari blog ini.
Posting Komentar
Posting Komentar